Mereka Kehilangan Orang Tua, Bukan Berarti Tanpa Masa Depan
Bantu Beasiswa Anak Yatim Piatu Tetap Kuliah, Berprestasi, dan Meraih Cita-Cita
Tidak semua mahasiswa memulai perjalanan pendidikannya dengan kondisi yang mudah. Ada mereka yang harus menjalani perkuliahan tanpa kehadiran orang tua. Ada yang harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan, sembari tetap mempertahankan mimpi untuk menyelesaikan kuliah dan meraih masa depan.
Namun, kehilangan orang tua bukan berarti harus kehilangan harapan.
Melalui Beasiswa Karya Salemba Empat (KSE), kami ingin hadir memberikan kesempatan kepada mahasiswa yatim piatu untuk tetap melanjutkan pendidikan, bertumbuh, dan mengembangkan potensi mereka.
Salah satunya adalah Dhea Tabitha Toding
Dhea merupakan mahasiswa Biologi di Universitas Pattimura, Ambon dan penerima Beasiswa KSE. Sejak tahun 2020, Dhea hidup sebagai yatim piatu dan tinggal bersama orang tua wali. Paman Dhea yang bekerja sebagai wiraswasta menjadi salah satu sosok yang membantu keberlangsungan pendidikannya.
Di tengah kondisi yang tidak mudah, Dhea tetap berusaha melanjutkan pendidikan dan kini berada pada tahap penyusunan tugas akhir. Beasiswa KSE menjadi salah satu dukungan penting dalam perjalanan pendidikannya.
Bantuan yang diterima membantu memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan, seperti biaya makan, transportasi, serta kebutuhan penunjang perkuliahan. Dukungan tersebut juga memberikan motivasi bagi Dhea untuk terus berkembang.
Ia menjadi finalis Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Fakultas Sains dan Teknologi 2025, mengikuti Olimpiade Nasional MIPA 2025 hingga tahap seleksi wilayah, menjadi Kader Lingkungan Hidup, serta mengikuti program pertukaran pelajar di Institut Pertanian Bogor pada 2024.
Bagi Dhea, beasiswa bukan hanya tentang bantuan yang diterima.
Beasiswa adalah kesempatan untuk terus bertumbuh.
----
Dari Menerima Kebaikan, Menjadi Penyebar Kebaikan
Salah satu hal yang dipelajari Dhea dari KSE adalah pentingnya memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Ia memulainya dari hal sederhana, yaitu menjadi pengajar anak-anak SD di Rumah Belajar.
Dari sana, ia belajar tentang kepedulian, kerja sama, dan pentingnya berbagi kepada sesama.
Inilah harapan dari setiap dukungan yang diberikan.
Hari ini kita membantu seorang mahasiswa untuk bertahan dan berkembang.
Esok, ia dapat menjadi seseorang yang membantu dan menginspirasi banyak orang lainnya.
Karena itu, dukungan untuk pendidikan bukan hanya sebuah pemberian.
Ini adalah investasi kebaikan untuk masa depan.
---
Mari Dukung Lebih Banyak Dhea
Masih banyak mahasiswa yatim piatu yang memiliki semangat belajar dan cita-cita tinggi, tetapi membutuhkan dukungan agar dapat terus melanjutkan pendidikan.
Donasi yang Anda berikan akan membantu menghadirkan:
1. Akses Pendidikan
Membantu mereka tetap berkuliah dan meraih cita-cita.
2. Dukungan Holistik
Membantu kebutuhan hidup, pendidikan, dan pengembangan diri.
3. Kekuatan untuk Bertumbuh
Memberikan kesempatan untuk menjadi pribadi yang mandiri, bermanfaat, dan menginspirasi.
4. Menebar Kebaikan
Membuka peluang agar mereka kelak menjadi bagian dari perubahan dan membantu lebih banyak orang.
Tidak harus menunggu mampu memberikan banyak.
Setiap rupiah yang kita sisihkan hari ini dapat menjadi bagian dari perjalanan seorang mahasiswa untuk tetap kuliah, menyelesaikan pendidikannya, dan mengejar masa depan.
Karena mereka mungkin kehilangan orang tua. Tapi mereka tidak harus kehilangan harapan.
Mari bersama-sama menjadi bagian dari perjalanan mereka. Donasi sekarang dan bantu wujudkan mimpi anak-anak yatim piatu untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan masa depan yang lebih baik.